SENI TARI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Salah satu mata pelajaran yang diajarkan disekolah dasar adalah pelajaran seni budaya yang didalamnya terdapat berbagai macam disiplin ilmu yang semuanya penting dan menarik untuk diajarakan. Salah satunya adalah seni tari ialah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran.
Selain itu seni tari juga dapat digunakan sebagai media untuk mengajarkan materi pelajaran kepada siswa mulai dari PKn, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, bahkan Metematika
Untuk itu kita sebagai calon guru SD harus tahu dan menguasai tentang seni tari, mulai dari pengertiannya, unsure-unsur tari, bentuk penyajian, fungsi serta jenis-jenis tari. Agar nantinya dapat mengajarkan pelajaran seni dengan maksimal serta dapat mengembangkan potensi dan bakat siswa terutama di bidang seni tari.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu seni tari?
2.      Apa saja unsure-unsur yang ada dalam seni tari?
3.      Bagaimana bentuk penyajian seni tari?
4.      Apa fungsi seni tari?
5.      Apa saja jenis-jenis tari?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian seni tari.
2.      Untuk mengetahui unsure-unsur yang ada dalam seni tari.
3.      Untuk mengetahui bentuk penyajian seni tari
4.      Untuk mengetahui fungsi seni tari.
5.      Untuk mengetahui jenis-jenis tari


BAB II
PEMBAHASAN


1.      Pengertian seni tari
Pengertian tari menurut beberapa pakar antara lain :
a.       La Mery : ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus di internalisasikan.
b.      Hawkins : tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah olehØ imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta.
c.        Curt Sach : tari merupakan gerak yang ritmis.
d.       Susanne K. Langer:  berpendapat bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yamg indah.
e.       Cory Hamstrong menyatakan bahwa tari merupakan gerak yang di beri bentuk dalam ruang.
f.       Soedarsono : Tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak ritmis yang indah. Untuk membuat gerak yang ritmis dan indah ini perlu adanya penggarapan. Penggarapn tersebut bisa berupa stilisasi dan distorsi. Gerak yang sudah melalui proses penggarapan berupa gerak murni (faktor indah) dan gerak maknawi (mengandung maksud tertentu). Gerak maknawi dibagi lagi menjadi gerak Imitatif( binatang & alam), gerak mimitif (manusia).
g.      HB. Datuk Tumbdijo: Tari adalah kegiatan ekspresi jiwa manusia yangØ merefleksikan keadaan nyata dalam suatu karya yang melibatkan gerak – gerak anggota tubuh (meliputi gerak kaki, kepala, badan, tangan dll) baik yang teratur maupun yang tidak teratur.
h.      Edy Sedyawati adalah cakupan kegiatan olah fisik yang tujuan akhirnya  adalah ekspresi keindahan dengan pengembangan kepekaan akan rasa gerak dan rasa irama.
i.        Suryodiningrat  (dalam babad mekaring Joged jawi): Gerak seluruh anggota badan serta diiringi dengan bunyi gamelan, ditata berdasarkan irama gending yang sesuai dengan maksud ungkap tarian.
j.        KRT Koesoemo Koesowo: Tari adalah gerak indah seluruh anggota badan yang diiringi lagu berirama dan mempunyai maksud menirukan suasana alam.
k.      Achdiat K Miharjo adalah kegiatan ekspresi jiwa yang merefleksikan  realita (keadaan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman – pengalaman tertentu dalam jiwa penerima.
Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari

2.      Unsur-unsur Tari
Dalam sebuah tarian antara tubuh, gerak komposisi tari tidak dapat dipisahkan.Dalam sebuah tarian terdapat unsur-unsur yang membangunnya yakni unsur gerak, tenaga dan waktu.
1)      GERAK
Gerak merupakan medium pokok dalam seni tari. Karena merupakan media yang pertama-tama digunakan untuk alat ungkap dan ditangkap oleh penonton. Agar gerak tersebut dapat mewakili maksud yang hendak diungkapkan, maka perlu adanya penataan/penggarapan yang tepat. Melalui penggarapan itulah, suatu gerakan akan mempunyai kualitas atau bobot yang ditentukan sesuai dengan maksud penggarapannya.
Gerak didalam tarian bukanlah gerak seperti dalam kehidupan sehari-hari. Gerak tari adalah gerak yang telah mengalami perubahan atau proses stilasi dari gerak wantah (asli) ke gerak murni dan gerak maknawi. Gerak wantah yang telah mengalami stilasi itu akhirnya dapat dilihat dan dinikmati karena menjadi gerakan yang memiliki nilai estetik (gerak murni dan gerak gerak maknawi). Gerak wantah contohnya mencangkul, membatik dll.gerak wantah mudah dipahami sebalikknya gerak murni dan maknawitidak mudah dipahamikarena sudah mengalami proses stilisasi atau perubahan baik penambahan dan pengurangan. Gerak murni merupakan gerak wantah yang telah diubah menjadi gerak yang indah namun tak bermakna. Gerak maknawi adalah gerak wantah merupakan gerak yang telah diubah menjadi gerak indah yang bermakna
Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang kualitas atau bobot tarian tersebut di atas, bahwa secara tehnis ditinjau dari tata gerak tari, kualitas/bobot bisa terwujud karena adanya kemampuan memanfaatkan unsur:
a)      unsur tenaga
Penggunakaan tenaga dalam gerak tari meliputi :
a.       intensitas berkaitan dengan kuantitas tenaga dalam tarian yang menghasilkan tingkat ketegangan gerak
b.      Aksen/tekanan muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan kontras
c.       Kualitas berkaitan dengan cara penggunakaan atau penyaluran tenaga.
b)      unsur ruang
Unsur ruang yang dimaksudkan sebagai unsur tari terbagi dua yakni ruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau ruang tempat penari melakukan gerak. Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang dibatasi oleh imajinasi penari berupa jarak yang terjauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kakinya dalam posisi tidak pindah tempat. Ruang pentas adalah arena yang digunakan oleh penari yang biasa disebut dengan panggung, lapangan atau halaman terbuka.
c)      unsur waktu
Dalam unsur waktu juga menentukan dalam membangun gerak tari. Dalam unsur waktu ada 2 faktor yang sangat penting yaitu ritme dan tempo. Ritme dalam gerak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak, ritme lebih mengarah pada ukuran cepat atau lambat setiap gerakan yang dapat dicapai
2)      Iringan
           Gerak dan musik merupakan suatu kesatuan dalam tari. Namun demikian bukan berarti setiap gerakan atau tarian memerlukan musik iringan yang jelas secara auditif, tetapi bisa berupa kesan musikal saja. Kesan musik tersebut bisa dilihat/dirasakan pada unsur ritme atau irama. Dari pemahaman irama tersebut terjalinlah nafas kehidupan, sehingga dapat menghasilkan suasana tertentu dalam penghayatan.
           Secara ringkas peranan (fungsi) musik iringan dalam tari dapat dikategorikan sebagai berikut:
a.       Membantu menguatkan suasana dan adegan
b.      Memperjelas dinamika
c.       Menuntun rasa/perasaan/pengungkapan
d.      Memperjelas irama
e.       Harmonisasi
f.       Memperjelas daya emosional
g.      Memperjelas intensitas (tekanan) gerak
Ada beberapa elemen/ unsur musik yang perlu diketahui, antara lain:
Ø  Unsur pokok:
-          Bunyi
-          Irama
-          Melodi
-          Birama
-          Harmoni
-          Tekstur
Ø  Unsur pendukung
-          Tempo
-          Dinamika
-          Gaya
-          Kualitas nada/warna nada
-          Bentuk komposisi atau form.
3)      Tema
Dalam suatu karya tari, tema merupakan salah satu unsur yang menentukan. Agar karya tari dapat ditangkap oleh penonton, maka tema perlu ditentukan terlebih dahulu sebelum geraknya dieksplorasi. Karena pengembangan ide penggarapan tetap perlu berpijak pada tema pokoknya.
4)      Tata rias busana
Tata rias adalah segala upaya mengubah wajah dengan menggunakan alat-alat tertentu sesuai dengan peran atau karakter yang ditentukan. Berbagai upaya mengubah wajah tersebut antara lain dengan menggunakan pewarna, goresan/coretan, dan lain sebagainya.
Tata busana adalah segala perlengkapan yang dikenakan pada artis/penari saat ia memperagakan peran tertentu di atas pentas. Tata busana dapat berupa pakaian yang berfungsi sebagai penutup (pelindung) badan termasuk perhiasan (asesoris) ataupun tanda pengenal (atribut) yang membedakan peran yang satu dengan yang lainnya, dan juga peralatan untuk kelengkapan menari (property).
Untuk membuat tata busana perlu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:
·         Bentuk atau model tata busana
·         Jenis bahan yang digunakan
·         Tata warna

5)      Ruang pentas
Ruang pentas adalah keseluruhan arena yang nampak dengan pembatasannya yang jelas terutama adanya lantai. Ruang pentas dapat berupa:
·         Pentas arena: tempat pertunjukan berbentuk arena (melingkar) yang tidak ada pemisahan yang jelas antara penonton dan pementas.
·         Panggung prosenium: panggung pertunjukan berbentuk prosenium yang mempunyai batas yang jelas antara penonton dan pementas.
·         Panggung tapal kuda:  panggung pertunjukan dimana tempat penonton berbentuk tapal kuda.


3.      Bentuk Penyajian Tari
a.       Tari Tunggal.
Tari tunggal memiliki gerak-gerak dasar yang sangat sulit dan juga komposisi yang banyak variasinya, juga gerak-gerakyang terkeci sekalipun harus diperhatikan
Contoh : Tari mambang
Tari Sawan (Batak)
Tari Saram (Batak)
b.      Tari berpasangan
Tari berpasangan memang ditarikan secara berpasangan oleh 2(dua) orang secara bersama-sama, saling mengkait membawakan sebuah tarian, umumnya tari pergaulan
Contoh : Tari Serampang Dua Belas
Tari jaipongan
c.       Tari Kelompok
Tari kelompok ini ditarikan lebih dari 2 orang bersama-sama, yag mana tari akan lebih menyentuh kalau ditarikan secara bersama-sama. Umumnya tarian kelompok ini mengandalkan keserampakan walaupun disainnya sederhana.

4.      Fungsi Tari
Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu, social dan komunikasi. Dengan demikian tari dalam memenuhi kebutuhan individu dan social merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitannya dengan kepentingan lingkungan. Oleh karena itu tari dapat berperan sebagai pemujaan, sarana komunikasi, dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak.
Ø  Fungsi Primer
a.       Tari sebagai media pengungkapan pengalaman jiwa kreator atau pencipta.
            Kreator atau pencipta tergerak jiwanya untuk mengungkapkan endapan pengalaman hidupnya yang telah dilalui. Segala hal yang ia ketahui dan telah menyentuh jiwanya kemudian menjadi sebuah endapan pengalaman hidup yang suatu saat diungkapkan ke dalam sebuah karya seni. Karya seni merupakan media informasi yang dalam penggarapannya mewujudkan symbol-simbol yang memuat kesan-kesan tertentu untuk dihayati kemudian makna yang terkandung di daldmnya ditelaah berdasarkan pemahaman maupun pengalamannya sendiri.
b.      Tari sebagai media penghayatan bagi penikmatnya.
            Seni tari merupakan suatu bentuk karya seni yang memuat informasi pengalaman batin seseorang. Penikmat atau penghayat berusaha untuk menikmati atau menghayati sesuatu yang ada pada karya tersebut.
Ø  Fungsi Sekunder
a.       tari sebagai upacara .
fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini yang berfungsi sebagai ritual. Ciri – ciri tari untuk upacara antara lain diselenggarakan pada tempat dan waktu tertentu, bersifat sacral dan magis, ada sesaji, dilaksanakan di tempat terbuka dan massal, hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat sebagai sarana untuk persembahan, sebagai sarana memuja dewa, bersifat kebersamaan dan berulang ulang, yang datang dianggap peserta upacara bukan penonton dan ditarikan oleh penari yang terpilih dan dianggap suci.
b.      tari sebagai sarana hiburan
salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk di tonton. Tari ini memiliki tujuan hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan
c.       tari sebagai sarana pertunjukkan
tari pertunjukkan adalah bentuk momunikasi sehingga ada penyampai pesan dan penerima pesan. Tari ini lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya. Tarian ini lebih digarap sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat
d.      tari sebagai sarana pendidikan
tari yang digunakan untuk sarana pendidikan dengan mengajarkan di sekolah – sekolah formal. Tari sebagai sarana pendidikan juga dapat diartikan tari digunakan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak.
e.        tari sebagai media pergaulan.
Seni tari adalah kolektif, artinya penggarapan tari melibatkan beberapa orang. Oleh karena itu, kegiatan tari dapat berfungsi sebagai sarana pergaulan . kegiatan tari, seperti latihan tari yang rutin atau pementasan tari bersama, adalah sarana pergaulan yang baik.
f.       tari sebagai media katarsis
Katarsis berarti pembersihan jiwa. Seni tari sebagai media media katarsis lebih mudah dilaksanakan oleh orang yang telah mencapai taraf atas, dalam penghayatan seni
g.       tari sebagai penyaluran terapi.
Jenis tari ini biasanya ditujukan untuk penyandang cacat fisik atau cacat mental. Penyalurannya dapat dilakukan secara langsung bagi penderita cacat tubuh atau bagi penderita tuna wicara dan tuna rungu, dan secara tidak langsung bagi penderita cacat mental. Bagi masyarakat timur, jenis tarian ini pantangan kerena perasaan iba atau tak sampai hati.

5.      Jenis Tari
Seni tari adalah seni mengekspresikan nilai batin melalui gerak yang indah dari tubuh/fisik dan mimik. Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif dan estetis.
unsur utama tari adalah gerak, gerak tari selalu melibatkan unsur anggota badan manusia. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.
Iringan musik secara auditif mendukung kesan visual yang ada
Beraneka seni tari yang ada diindonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok seperti berikut ini
Ø  Berdasarkan Pola garapan
a.       TARI TRADISIONAL
Tari tradisional merupakan bentuk tarian yang sudah lama ada, diwariskan secara turun temurun, serta biasanya mengandung nilai filosofis, simbolis, dan relegius. semua aturan ragam gerak, formasi, busana, dan riasnya hingga kini tidak banyak berubah.
b.      TARI TRADISIONAL KLASIK
Tarian jenis tradisional klasik dikembangkan oleh penari kalangan bangsawan istana. Aturan tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan busananya cenderung mewah. Tarian jenis ini sering berfungsi sebagai sarana upacara adat atau penyambutan tamu kehormatan. Contoh Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan pajaga (Sulawesi Selatan)
c.       TARI TRADISIONAL KERAKYATAN
Tarian ini berkembang di kalangan rakyat biasa. Oleh karena itu gerakannya cendrung mudah ditarikan bersama juga iringan musik dan busananya relatif sederhana. Tari tradisi kerakyatan sering ditarikan pada saat perayaan sebagai tari pergaulan. Contoh: Jaipongan (jawa Barat), payung (Melayu), Lilin (Sumatera Barat)
d.      TARI KREASI BARU
Tari kreasi merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Jenis tari ini dirancang menurut kreasi penata tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya. Tari kreasi baik sebagai penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga kini terus berkembang dengan iringan musik yang bervariasi, sehingga muncul istilah tari modern. Tari dapat pula dimodifikasi dengan drama. Sehingga muncul bentuk sendratari dan pantomim. Keduanya menyajikan tarian dan gerak bercerita tanpa dialog.
e.       TARI KONTEMPORER
Gerakan tari kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik dan penuh penafsiran. seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya. iringan yang dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang sederhana hingga menggunakan program musik komputer seperti Flutyloops.

Sebuah tarian sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa buah unsur. unsur-unsur ini yaitu wiraga (raga), Wirama (irama) dan Wirasa (rasa). Ketiga unsur ini melebur menjadi bentuk tarian yang harmonis.

Ø  Berdasarkan bentuk perkembangan
a.       TARI DAERAH (ADAT)
tari dengan adat sepertinya saling berkaitan baik sebagai pelengkapv maupun perantara untuk mencapai tujuan.ciri – cirri tarinya antara lain
 tarinya tumbuh dan berkembang pada kelompok suku baik yang berada di pedalaman maupun lingkungan masyarakat ramai.  konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi – masyarakat atau
v adat secara ketat sehingga sangat menjunjung tradisi nenk moyang yang mewariskannya akulturasi dengan alam lingkungan menjadi sarana mediasi. Tarian ini  dikoreografi berhubunngan dengan masalah – masalah religi dan kebiasaan – kebiasaan social yang dianut dan diyakini sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun. Tarian ini lebih menekankan pada ritual upacara sehingga memiliki perbedaan dengan tari rakyat.
b.      TARI RAKYAT
ciri – cirinya
tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat atau tarian yang berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat  gerak tidak memiliki aturan tertentu,
ceritanya menggambarkan kehidupan sehari – hari masyarakat setempat, bentuknya sederhana, berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada
c.       TARI BALET
cirri – cirri tari balet
 balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan – aturan ketat serta didasari tradisi – tradisi tua. tari – tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukkan  pertunjukkan klasik, pendekatan koreografis bertemakan kontemporer.
Tari balet termasuk ke dalam tari klasik oleh karena itu tarian iniv memiliki aturan tehnik gerak yang baku dengan standar tari yang tinggi
d.      TARI MODERN DANCE
cirri – cirri tari modern dance
 modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual wal tari modern karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet  lebih menekankan pada ekspresi artistic dari pertunjukannya atau penampilan individual dengan tehnik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer selain itu menghindari penekanan tehnik.
e.       TARI MUSIK PANGGGUNG / OPERA
tari ini merupakan perpaduan antara gerak tari, dramatikal dan musikv iringan. Koreografi bersifat kolabarasi dengan demikian ketiga unsure seni yang mendukung tidak menjadikan dominant pada salah satunya.  Dipertunjukkan di tempat yang banyak pengunjung . tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (broad way)
 Kolaborasi gerak mengandung balet, jazz, dan beberapa tarian etnikyang berasal dari eropa, tarian di Indonesia biasanya yang digunakan untuk mengamen. Model penyajian berbentuk yang hangat dan baru (spektakuler) yang di pertunjukkan besar – besaran sebagai promosi
 Contoh di Indonesia karya tari guruh soekarno putra (untuk mama)
f.       TARI REKREASI (RECREATIONAL DANCE)
 tarin ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi Negara Negara eropa maupun Indonesia. Penarinya pewaris tehnik  Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang sifatnya universal ( bisa dilakukan oleh siapa saja)di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut ROUND. Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan koreografis  Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang.
Ø  Menurut Bentuk Koreografi / Jumlah Pendukung
a.       Tarian tunggal: yaitu bentuk tari yang disajikan oleh seorang penari.
b.      Tarian kelompok: suatu tari yang dilakukan olah lebih dari seorang penari. Jenis tari ini bisa dibedakan menjadi:
-          Tari berpasangan
yaitu bentuk tari yang dilakukan secara berpasangan, dan satu dengan yang lainnya saling berkaitan atau saling merespon.
-          Tari berkelompok/group/rampak
-          Tari massal: yaitu jenis tari yang dilakukan oleh banyak penari.
Ø  Berdasarkan Bentuk
a.       Representasional
Yaitu bentuk tari yang menggambarkan sesuatu secara jelas atau bersumber dari kehidupan sehari-hari
b.      Nonrepresentasional
Yaitu bentuk tari yang hanya menekankan pada keindahan gerak semata.
Ø  Berdasarkan Tema
Tema adalah kandungan isi ungkapan koreografi yang sesuai dengan konsep garapannya. Tema yang biasanya diangkat di dalam karya tari adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Alam dan Binatang. Ada juga tentang erotik (percintaan & kebirahian), heroik (kepahlawanan), pantomimik (peniruan), komikal (komedi). Berdasarkan tema, jenis tari dibedakan menjadi:
a.       Literer
Bentuk tari yang menyampaikan pesan berupa: cerita, pengalaman pribadi, interpretasi karya sastra, dongeng, cerita rakyat, sejarah dan sebagainya.
b.      Nonliterer
Bentuk tari yang semata-mata diolah berdasarkan penjelajahan dan penggarapan unsur-unsurnya. Penggarapannya meliputi: penjelajahan gerak, interpretasi (tafsiran) musik, eksplorasi permainan suara, permainan cahaya, atau unsur-unsur estetis lainnya.
Ø  Berdasarkan Cara Penyajiannya
a.       Statis
Bentuk tari yang cara penyajiannya / dipentaskan di satu tempat tertentu. Tempat pertunjukannya berupa stage, baik yang berupa arena maupun proscenium.
b.      Mobile / berpindah
Bentuk tari yang cara penyajiannya / dipentaskan secara berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Sebagai contoh: pawai dan arak-arakan.
Ø  Konsep Penggarapan koreografinya
a.       Tari Putra : tari yang penggarapannya berdasarkan kondisi putra.
b.      Tari Putri : tari yang penggarapannya berdasarkan kondisi putri.
c. Campuran putra & putri : tari yang penggarapannya berdasarkan campuran kondisi putra dan putri secara terpadu dan harmonis. 

Komentar